Menyaji bukan sekadar menghadirkan makanan, tetapi juga cara berbagi, merawat, dan membangun kebersamaan. Dari pilihan wadah, material, hingga cara makanan dihidangkan, setiap elemen menyimpan cerita tentang kebiasaan, nilai, dan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Seiring perubahan cara hidup dan pola makan, praktik menyaji pun terus berkembang. Wadah tradisional seperti daun pisang, besek, dan keramik kini berdampingan dengan kemasan kertas dan sistem penyajian modern. Sebagian praktik tetap bertahan, sebagian beradaptasi, dan sebagian lainnya lahir dalam bentuk baru. Melalui SAJI, Tapal mengajak pengunjung untuk melihat kembali wadah saji sebagai bagian dari budaya yang terus hidup, bergerak, dan berkembang bersama keseharian masyarakat.
Menyaji bukan sekadar menghadirkan makanan, tetapi juga cara berbagi, merawat, dan membangun kebersamaan. Dari pilihan wadah, material, hingga cara makanan dihidangkan, setiap elemen menyimpan cerita tentang kebiasaan, nilai, dan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Seiring perubahan cara hidup dan pola makan, praktik menyaji pun terus berkembang. Wadah tradisional seperti daun pisang, besek, dan keramik kini berdampingan dengan kemasan kertas dan sistem penyajian modern. Sebagian praktik tetap bertahan, sebagian beradaptasi, dan sebagian lainnya lahir dalam bentuk baru. Melalui SAJI, Tapal mengajak pengunjung untuk melihat kembali wadah saji sebagai bagian dari budaya yang terus hidup, bergerak, dan berkembang bersama keseharian masyarakat.